"Ikhlas Bakti Bina Bangsa Berbudi Bawa Laksana"
Tampilkan postingan dengan label MOTO GP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MOTO GP. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Maret 2011

Rossi Masih Terganjal Cedera Bahu

Jelang MotoGP 2011

Hendra Mujiraharja - Okezone
Foto: Valentino Rossi/Getty Images
Foto: Valentino Rossi/Getty Images
DOHA – MotoGP musim baru segera bergulir. Namun, Valentino Rossi belum juga menemukan performa terbaik pada tes terakhir. Bintang anyar Ducati itu masih terganjal cedera bahu. Ya, mantan juara dunia itu, masih berusaha menyembuhkan cederanya setelah operasi pada musim dingin lalu. Cedera yang dialaminya pada ajang motorkros ini, membuat performa Rossi terpuruk sepanjang 2010. Bahkan pada tes terakhir di Doha, Rossi hanya mampu finis pada peringat 13. Bukan hanya itu, The Doctor juga kembali terjatuh dari motornya. Menurut Rossi, cedera bahu kembali menjadi kendala buatnya. “Saya mengatakan hari ini cukup menantang. Kondisi cuaca lebih berat ketimbang kemarin, dan saya mengalami kecelakaan lagi ketika saya tergelincir pada garis putih. Beruntung, tidak ada yang serius,” jelas Rossi. “Masalah utamanya adalah, saya mulai kehilangan kekuatan pada bahu dan tidak mampu menggeber motor lagi. Ini sangat disayangkan, karena mencatat waktu lebih baik ketimbang sehari sebelumnya,” lanjut pembalap asal Italia. Kendati demikian, Rossi tetap percaya, kondisi Ducati hari ini lebih baik ketimbang tes sebelumnya. Sementara itu, cedera bahu masih menjadi masalah utama yang sangat dikhawatirkan olehnya. “Kami memang tidak tertinggal terlalu jauh seperti yang terlihat, namun kami masih harus banyak bekerja, khususnya saya dan motor. Sebab, bahu ini seperti belum mampu menanggung beban selama dua hari tes,” ujar Rossi. “Oleh sebab itu, antara hari ini dan Kamis besok, saya akan melakukan latihan ringan, serta melakukan pijat. Setelah itu, mari kita lihat apa yang akan terjadi pada lomba nanti,” tandasnya dilansir Autosport, Selasa (15/3/2011). (hmr)

Pedrosa Masih Dihantui Cedera

Senin, 21 Maret 2011 - 10:52 wib
Rejdo Prahananda - Okezone
Foto: Dani Pedrosa mengaku masih merasakan sakit saat dirinya melintas di atas sirkuit Losai, dinhari tadi (Getty Images)
Foto: Dani Pedrosa mengaku masih merasakan sakit saat dirinya melintas di atas sirkuit Losai, dinhari tadi (Getty Images)
DOHA – Rider Repsol Honda, Dani Pedrosa mengaku persoalan cedera yang sempat dirasakannya masih memberikan dampak negatif buat performanya di atas sadel RC 212V yang dikendarainya saat dirinya beraksi di seri pembuka dinihari tadi.

Kendati masih dihantui persoalan cedera, Pedrosa seolaha tidak memiliki persoalan serius di dalam dirinya. Faktanya, pembalap bertubuh mungil itu berhasil naik podium ketiga di depan Jorge Lorenzo dan Casey Stoner.

Kilas balik ke belakang, persoalan cedera memang sempat menghantui rider asal Spanyol tersebut musim lalu. Serangkaian operasi pun harus dilalui Pedrosa untuk memulihkan kondisinya.

Proses pemulihannya pun berjalan sesuai rencana dan tidak ada masalah berarti. Namun siapa sangka, persoalan klasik ini menjadi kendala krusial buatnya untuk memberikan tekanan kepada Lorenzo.

“Saya kecewa, bukan untuk balapan ini, melainkan masalah fisik dengan lengan kiri saya,” kata Pedrosa sebagaimana di lansir Crash, Senin (21/3/2011)

Pedrosa pun mengakui, sebelum balapan dimulai ada sesuatu yang tidak beres dengan kondisi fisiknya. Puncaknya, saat balapan bergulir rasa sakit yang menghampiri semakin menjadi-jadi.

“Selama sesi latihan, saya sudah merasakan sesuatu. Tapi saya tidak yakin apakah (cedera) ini bisa seburuk itu. Akhirnya saya tidak bisa mengendalikan stang pada 7 sampai 8 lap terakhir. Saya tidak bisa menggunkan kopling sama sekali. Saya hanya menahan lengan

Pedrosa mengaku dirinya akan tampil lebih baik lagi jika dirinya tidak terganggu dengan  cedera yang semoat dirasakannya saat berada di atas tunggangannya.

“Motor tersebut sangat sempuran selama balana. Saya memiliki kesempatan untuk menang. Namun saya memiliki momen sulit. Ini salah satu race terberat dalam hidup saya. Saya tidak tahu apa yang bisa saya lakukan. Dalam sesi tes musim dingin saya merasa agak  lemah. Tapi saya merasa baik-baik saja,” ungkap Pedrosa.

Berangkat dari situasi ini, Pedrosa pun menyampaikan permintaan maafnya kepada tim atas hasil kurang maksimal yang didapatnya dalam balapan pemubuka musim ini.

“Saya merasa kasihan juga dengan tim saya, karena motor itu sangat baik, cepat, dan sempurna saat menikung. Saya bangga bagaimana saya mengendarainya. Saya sudah berjuang dengan Stoner."

"Saya tahu, kami akan pergi ke Jerez dalam dua pekan mendatang di mana motor berjalan sangat baik. Namun saya tidak tahu apa yang akan terjadi," tandas Predrosa
(edo)

Crutchlow Kesulitan Lewati Barbera

Senin, 21 Maret 2011 - 11:53 wib

Rejdo Prahananda - Okezone
Foto: Cal Crutchlow mengaku mendapat perlawanan sengit dari Hector Barbera rider Ducati Aspar (Getty Images)
Foto: Cal Crutchlow mengaku mendapat perlawanan sengit dari Hector Barbera rider Ducati Aspar (Getty Images)
DOHA – Pembalap debutan MotoGP, Cal Crutchlow mengaku bahagia bisa menyelesaikan balapan di sirkuit Losail, Qatar. Meski  menyentuh garis akhir di luar urutan 10 besar setelah, rider yang sebelumnya berkiprah di WSBK itu berhasil melawati hadangan pembalap Ducati Aspar, Hector Barbera setelah dirinya bersaing sengit dengan pembalap satelit Ducati itu.

“Saya cukup senang dengan itu. Jujur, saya harus suka mendapat posisi sepuluh besar setelah bagaiamana sesi kualifikasi berjalan. Saya tidak bisa mengikuti kelompok yang termasuk di dalamnya terdapat Nicky (Hayden) dan (Hiroshi) Aoyama. Mereka berlalu meninggalkan Barbera dan kemudian saya menyusul dia (Barbera) untuk mengejar mereka,” begitu ulasan Crutchlow terkait persaiangan ketat yang terjadi antara dirinya dan Barbera sebagaimana disitat situs resmi MotoGP, Senin (21/3/2011)

“Tapi dia membuat saya kembali (menyalipnya). Dia (Barbera) memiliki motor yang cepat dan menyulitkan saya berada di depannya. Saya senang berjuang mendapatkan posisi sepuluh besar sejauh ini. Pengalaman yang didapat ini sangat berharga untuk membantu kemajuan di MotoGP seperti keinginan saya,” jelas Crutchlow yang mengawali balapan di posisi sepuluh besar.

Bagi rider asal Inggris itu tampil menggesankan di tiap seri menjadi misi utamanya kini di kelas para Raja. “Saya ingin finis. Jadi ini misi yang harus saya selesaikan. Saya ingin melakukan yang terbaik untuk skuad Monster Yamaha Tech 3,” tukas Crutchlow.

Sementara itu, rekan satu tim Crutchlow, Colin Edwards yang menyentuh garis finis di urutan delapan memberikan atensi atas progress Yamaha YZR-R1 yang dikendarainya. “Itu adalah hal terbaik yang bisa lakukan dan saya senang dengan cara mengendarai (motor) dan tim di Yamaha Monster Tech 3 memberikan motor yang baik seperti biasanya,” bilang Edwards.

"Berada dalam urutan delapan besar sangat baik, mengingat kecepatan pembalap lain di depan saya. Saya berpikir bisa bisa mengakhiri balapan ini hingga akhir seperti yang saya lakukan dalam latihan.

"Saya mendapat start yang cukup baik dan saya berpikir, satu-satunya cara untuk mendapat kesempatan agar bisa menembus enam besar adalah mengambil  beberapa resiko," bilang Crutchlow menyiratkan pesan dirinya harus mengambil resiko untuk menembus jajaran pembalap enam besar. "

"Saya tidak pernah bahagia dengan posisi ke delapan, tetapi kami memiliki poin layak dan kami akan ke Jerez dengan kepercayaan diri,” tuntas rider senior 37 tahun ini.
(edo)