"Ikhlas Bakti Bina Bangsa Berbudi Bawa Laksana"
Tampilkan postingan dengan label SOLO THE SPIRIT OF JAVA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SOLO THE SPIRIT OF JAVA. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Maret 2011

KOTA SOLO

Solo, Sala, atau Surakarta, adalah nama sebuah kota di Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Kota ini terletak pada jalur strategis, yaitu pertemuan jalur dari Semarang dan dari Yogyakarta menuju Surabaya dan Bali. Wilayah di sekitar kota ini juga sering pula disebut sebagai Surakarta, yaitu bekas wilayah Keresidenan, pada awal masa Republik.

 

Latar belakang sejarah

Kota Surakarta berdiri tahun 1745. Kota ini pernah menjadi pusat pemerintahan pada masa akhir Kesultanan Mataram. Setelah perpecahan Mataram, Surakarta menjadi pusat pemerintahan Kasunanan Surakarta dan Praja Mangkunagaran. Kedua pusat feodalisme Jawa ini memiliki keterkaitan dengan Majapahit, karena dinasti Mataram merupakan keturunan dari raja-raja Kesultanan Demak, yang juga merupakan penerus suksesi dinasti Wijaya, sang pendiri Majapahit.

Bus Tingkat Wisata Kota SOLO


Kota Solo saat ini sudah mempunyai Bus Tingkat Wisata. Desain bus tersebut berwarna merah dan dilengkapi tempat duduk yang nyaman. Ketinggiannya mencapai 4,5 meter dengan lebar layaknya bus pada umumnya, yakni sekitar 2,5 meter.  Bus tingkat ini hanya ditawarkan kepada wisatawan yang ingin berkeliling Solo.

Lokasi yang bisa dituju, antara lain Keraton Surakarta, Kampung Batik Kauman dan Laweyan, Mangkunegaran, Museum Radya Pustakan dan sejumlah tempat lainnya. Bus tingkat dapat mengantar wisatawan sesuai keinginannya.

Bus tingkat wisata yang bertujuan untuk menarik wisatawan siap dioperasikan mulai 20 Februari  2011. Selain itu, bus tingkat ini juga berfungsi untuk mengenang masa lalu karena dapat diketahui keberadaan bus tingkat masih populer. “Dulu bus tingkat adalah bus reguler, kalau bus tingkat kali ini konsepnya berupa bus wisata dengan paket atau carter.
Inilah bus tingkat milik kota 
Solo yang tengah dalam pengerjaan di perusahaan kasorseri CV. Tri Sakti 
Magelang.
Sumber/DishubSurakarta
Inilah bus tingkat milik kota Solo yang tengah dalam pengerjaan di perusahaan kasorseri CV. Tri Sakti Magelang.


http://www.surakarta.go.id/node/746
http://wisata.timlo.net/baca/7006/kota-solo-segera-pamerkan-bus-tingkat
Share this

Stadion Manahan SOLO


google.com
Kota : Solo, Jawa Tengah
Dibangun : Tahun 1998
Kandang : Persis Solo (Divisi Utama)
Kapasitas : 35.000 Penonton
Tipe Stadion : Stadion Madya (Olympiq)
Kategori : B+
Big Match
- Final Liga Indonesia XIII 2006 (Persik vs PSIS 1-0)
- Final Piala Indoneisa 2010 (Sriwijaya vs Arema 2-1)
Sejarah Singkat
Stadion Manahan adalah stadion madya yang terletak di Kotamadya Surakarta, Jawa Tengah. Dalam sejarahnya Stadion Manahan pernah jadi kandang klub-klub ternama tanah air antara lain : Arseto Solo, Pelita Solo (sekarang Pelita Jaya), dan Persijatim Solo FC (sekarang Sriwijaya FC). Sekarang stadion ini mutlak menjadi markas dari keseblasan lokal, Persis Solo.
Kondisi Sekarang
Tribun : B+
Tempat duduk : B+
Fasilitas : B+
Rumput : B
Drainase : B+
Penerangan : B+
Papan Skor : A
Kondisi : B+
Kelompok suporter yang biasanya memadati stadion ini adalah Pasoepati yang merupakan pendukung setia kesebelasan Persis Solo. Pasoepati merupakan salah satu kelompok suporter terbesar yang ada di Indonesia.
Galeri Photo :


google.com
google.com

google.com
google.com
google.com


www.skyscrapercity.com

www.skyscrapercity.com
www.skyscrapercity.com

Railbus, pilihan baru transportasi massal Kota Solo


Empat lampu bulat di bawahkaca, di hidung rangkaian railbus itu, tampak dominan. Kaca di atasnya lebar dan jernih. Sekilas, dilihat dari depan seperti wajah sebuah bus. Bagian dalamnya bersih. Kursi berwarna putih dengan dudukan dan sandaran berwarna cokelat tua terlihat serasi dengan konstruksi kaca lebar di sisi kiri dan kanan.
Kursi-kursi di dalam rangkaian railbus itu jika diduduki terasa lega. Konstruksinya seperti bus kelas eksekutif, jajaran kursi dua-dua. Railbus yang terparkir di kompleks PT Inka Madiun itu akan segera menjadi warga Kota Solo.
Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mengoperasikan sarana transportasi massal railbus bakal segera menjadi kenyataan. Pemkot berencana memperkenalkan railbus yang diproduksi PT Industri Kereta Api (Inka) Madiun itu pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-266 Kota Solo 17 Februari.
Railbus berbentuk seperti bus yang berjalan di atas jalan rel. Railbus di Kota Solo akan dioperasikan untuk melayani masyarakat dari Kota Solo menuju Sukoharjo-Wonogiri dengan melintasi tengah Kota Solo.
Dengan tenaga output sebesar 560 kw yang dibangkitkan dari mesin yang dipasang pada rangka bawah, railbus mampu menarik rangkaian tiga unit kereta (gerbong penumpang) berkapasitas total 160 orang dengan kecepatan maksimum 100 kilometer/jam.
Railbus dilengkapi air conditioner (AC) serta rak bagasi. Warna bagian dalam dan bagian luar didesain sebagai kombinasi yang mencerminkan filosofi slogan Spirit of Java.
Walikota Solo, Joko Widodo, Senin (17/1), berkunjung ke PT Inka Madiun. Dia bersama rombongan pejabat Pemkot dan wartawan melihat kesiapan railbus. Moda transportasi massal  itu diharapkan melengkapi pilihan masyarakat untuk memanfaatkan alat transportasi massal.
“Railbus diharapkan meningkatkan pelayanan pada masyarakat, terutama dalam pemenuhan kebutuhan sarana transportasi,” ungkap Walikota.
Walikota menjelaskan railbus yang akan dioperasikan di Kota Solo terdiri atas satu rangkain. Rencananya <I>railbus<I> tersebut akan beroperasi di jalan rel kereta api (KA) yang melintasi tengah Kota Solo.
“Yang jelas akan melewati rel yang sekarang sudah ada di tengah kota. Pada peluncuran, railbus akan diujicobakan beberapa hari saja, kemudian akan dikembalikan lagi ke PT Inka Madiun untuk penyempurnaan,” imbuh Walikota.
Pengoperasian moda transportasi massal railbus tersebut diharapkan dapat memecahkan masalah transportasi di Kota Solo. Masyarakat yang biasanya menggunakan kendaraan pribadi diharapkan berpindah ke moda transportasi massal.
Direktur Utama (Dirut) PT Inka Madiun, Roos Diatmoko, mengatakan railbus itu merupakan pesanan pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkeretaapian Departemen Perhubungan. Program perakitan railbus dilaksanakan melalui Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dalam dua tahap. Tahap I tahun 2009 dan tahap II tahun 2010 dengan nilai total Rp 16 miliar.
Roos menjelaskan railbus dirancang khusus sebagai sarana transportasi kombinasi dari konstruksi bus ringan dan kereta api. Railbus bisa disebut bus dijalankan di atas jalan rel. Berat kereta api normal dengan bus yang berjalan di atas rel tersebut berbeda karena railbus didesain lebih ringan.
“Railbus ini merupakan railbus kedua yang dirakit PT Inka Madiun. Railbus pertama telah dioperasikan di Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang, Sumatra Selatan,” ungkapnya.
Roos mengatakan pembuatan satu set  railbus  yang terdiri atas tiga kereta (gerbong) membutuhkan biaya Rp 16 miliar. Dalam pengembangan railbus tersebut, Roos mengatakan, PT Inka mendesain kereta dengan bahan yang lebih ringan sehingga konstruksi rel menjadi semakin murah.
Saat ini, kesiapan railbus sudah 95 persen. Sebelum diluncurkan, PT Inka Madiun akan menyempurnakan beberapa bagian, di antaranya meninggikan atap.
sry

http://www.solopos.com/2011/solo/railbus-pilihan-baru-transportasi-massal-kota-solo-82764

Solo The Spirit of Java



Kalau Ngomongin jalan-jalan bakalan kagak ada habisnya deh…travelling itu emang kegiatan yang sangat menyenangkan asal ada waktu dan cukup uang, everythings gonna be oke deh :D hemm… emang travelling itu mahal sih tapi nggak harus jadi orang kaya dulu baru bisa bertravelling ria..cukup punya kenalan di kota tujuan, terus nebeng nginep deh kalau udah gitu biasanya langsung dapat plus plus, plus makan gratis, plus dianterin keliling kota… enakkan?? :D
Ada satu kota yang selalu di hatiku deh… bahkan rasanya pengin menetap di sana suatu hari nanti hehe. Kota itu adalah SOLO… walaupun terkenal dengan teroris yang sering ketangkep di Solo, tapi suasana di sana tetap damai kok…tata letak kotanya sangat teratur apalagi di sepanjang jalan Slamet Riyadi banyak pohon2 juga, walaupun kota tapi bikin seger mata jadinya. Ada banyak hal yang menjadikanku Solo selalu di hati:
1. PPMI Assalaam
Berawal dari nyantri di sini aku kenal dengan kota Solo. Dari pondok inilah aku memiliki banyak kenangan dengan kota Solo. Pondok ini bukan cuma mengajarkan ilmu dunia tapi juga ilmu agama yang sejatinya lebih penting dari itu semua. Bagian dari pondok ini yang paling membuat kangen adalah masjid jami’ Assalaam. Subhanallah adeem bener tu masjid. Gimana nggak adem klo tiap hari dibuat sholat dan hapalan :) Kalau udah hapalan di sana bakal betah apalagi ditemani semilir anginnya (kecuali kalau waktu makan malam tiba dengan lauk ayam merah, baru pada nggak betah hihihi)
2. Solo Grand Mall
Seperti layaknya kota-kota lain, Solo juga punya banyak mall. Tapi yang sering aku kunjungi sih biasanya SGM. Kenapa?? karena di sana ada Bread Talk. jaman-jamannya masih nyantri kalau pas keluar kompleks dan uang masih banyak pasti nyempatin diri buat beli kue yang satu ini…ehm setelah luluspun banyak kenangan disini, ada seseorang yang sukaaa banget sama steak moen-moen, kalau pergi sama aku ke solo pasti dia maunya makan steak itu. Hemmm… orang itu… ^_^
3. Stasiun Purwosari
Ini stasiun adalah stasiun langganan ayah ibuku waktu zaman belum ada mobil. Kalau jenguk aku pasti naik kereta Logawa sampai di stasiun ini jam 11 dan pulangnya dengan Logawa juga sampai di rumah jam 9 malam. Stasiun ini menjadi penghubung antara rumahku dengan kota Solo.
4. Solo juga punya “malioboro”
Aku juga baru tahu dari seseorang. Yang dimaksud malioboronya Solo adalah sebuah jalan “aku lupa namanya” yang disediakan buat para pedagang home industry untuk menjual barang dagangannya. Tapi hanya ada setiap malam minggu aja. Terimakasih banyak buat abi yang pernah mengajakku kesana, sangat berkesan karena barang2 yang diperjualbelikan juga unik-unik menurutku. Sayang waktu itu lagi nggak ada uang hufh….
5. Jagung Bakar
Hemm… mungkin yang namanya jagung bakar dimana-mana sama saja ya?? tapi buat aku sangat berbeda. Liburan terakhir aku sama abi, aku ditraktir jagung bakar di pinggir jalan deker rel melintang entah apa itu nama daerahnya. Sambil menikmati pemandangan malam tanpa bintang waktu itu. Abi…. ajak aku liburan lagi… kalau inget jadi sedih… :( aku yang lebih lama di Solo nggak tahu ada tempat kayak gini.
6. PGS dan Beteng
Ini tempat adalah sarangnya kain dan pakaian. Banyak pilihannya, tapi jangan coba-cona belanja di sana kalau nggak bisa nawar. Bakalan sama aja jatuhnya. AKu ada ke sana ngajak temenku yang super pinter nawar, walaupun agak malu-maluin nawarnya… untuk temenku Nurul Miss U… kapan-kapan nawar sama aku lagi ya???
7. Kereta Kota
Aku sebenernya pengin banget naik ini kereta,tapi… pas awal2 launching katanya biasanya 50ribu sekali naik dengan rute purwosari sampai ke keraton. Lha ya eman-eman… masa cuma buat naik kereta kota menghabiskan jatah makan 5 hari…hemmm. nggak tahu ini kereta masih ada apa nggak sekarang. Oh iya aku baru search di google ternyata nama keretanya Jaladara kalau mau tahu gambarnya kayak apa search sendiri aja di google ya??hehe

http://ervamaulita.wordpress.com/2011/02/16/154/